Sat. Apr 18th, 2026

Tahun 2009. Setelah singgah sebentar di Tegal, takdir kembali membawa saya ke sebuah tantangan baru di Jawa Tengah: Kabupaten Grobogan. Jabatanku kini sebagai Kepala Cabang, dengan misi berat: meningkatkan pemasaran di daerah yang sebagian besar masih berupa pedesaan. Di Grobogan (Purwodadi), saya menemukan bahwa kunci keberhasilan bukan terletak pada strategi marketing yang rumit, melainkan pada hati anak-anak muda.

Kami memutuskan untuk mengandalkan mitra paling berharga: IM3 Ambasador. Mereka adalah perwakilan IM3 di tiap sekolah, duta terpilih yang memiliki semangat dan potensi luar biasa. Tugas saya melampaui batas managerial; saya harus menjadi mentor, coach, dan, yang terpenting, seorang sahabat bagi mereka.

Interaksi kami di Grobogan jauh dari formalitas kantor. Kami menjalin suka dan duka bersama. Ada pelatihan di ruang rapat, tetapi ada juga kunjungan dari sekolah ke sekolah, turnamen basket yang penuh teriakan semangat, dan event yang selalu ramai. Semua itu adalah upaya membangun Kebersamaan yang tulus.

Di luar pekerjaan, persahabatan itu terjalin erat. Kami sering berbagi tawa di angkringan pinggir jalan, menyantap mie goreng di malam hari, hingga menikmati makan steak yang mewah sebagai hadiah pencapaian. Puncak kebersamaan kami adalah saat kami berwisata bersama, menjelajahi Tawangmangu, kehangatan Solo, hingga keramaian Malioboro di Jogja.

Momen-momen itu tidak hanya membangun brand Indosat, tetapi membangun ikatan batin. Mereka adalah adik-adik yang saya bimbing, tetapi juga guru bagi saya tentang semangat pantang menyerah.

Salah satu momen yang paling membekas terjadi di akhir tahun 2009. Kami mengadakan TOUR & TRAINING IM3 AMBASADOR PURWODADI 2009. Acara ini dirancang sebagai hadiah sekaligus pembekalan bagi siswa-siswi terpilih dari Demak dan Grobogan. Mereka bukanlah sembarang pelajar; mereka telah melewati seleksi ketat untuk menjadi duta komunitas di sekolah masing-masing.

Pagi itu, suasana sangat cerah. Dari kantor Indosat Purwodadi, kami berangkat menuju Semarang. Tujuan pertama adalah kunjungan ke MSC Gombel, di mana Mas Alvian Firdaus memandu mereka melihat langsung proses rumit di balik voice, SMS, hingga paket data. Ekspresi antusias mereka, melihat teori komunikasi berubah menjadi perangkat keras yang nyata, sungguh menggugah.

Setelah itu, mereka bertatap muka dengan Kepala Cabang Semarang, Bapak Taufik Maulana, dan kemudian digembleng dengan materi-materi praktis: pelatihan membuat blog yang dipandu oleh Mas Anta, hingga setting GPRS dan 3G oleh Ope.

Sebagai materi penutup, saya maju dengan tema “Self Motivation”. Di hadapan mata-mata muda yang berbinar itu, saya tidak hanya berbicara tentang karir, tetapi tentang Cita-Cita Luhur, Perjuangan, dan Keikhlasan untuk menjadi yang terbaik.

Setelah itu, mereka diajak melihat pelayanan walk-in Galeri dan diakhiri dengan melihat bursa handheld BlackBerry di Citraland, menunjukkan kepada mereka gambaran teknologi masa depan.

Jam menunjukkan pukul 4:30 sore. Seharian penuh bermain sambil belajar. Kelelahan itu tidak ada artinya dibandingkan ilmu dan kebersamaan yang mereka dapatkan. Tujuan kami sederhana: agar Indosat dicintai, dan komunitas IM3 Community semakin kuat.

Kami pun menerima kesan dan pesan yang mengharukan. Salah satunya dari Elsa, perwakilan SMP N 1 Wirosari, yang menulis: tanks banget buat Indosat………..karena telah memilih aq jadi IM3 Ambasador… Dengan acara seperti ini kita bisa tambah ilmu dan tambah teman pastinya. MURAH ITU M3………M3 GITU LOH..

Pesan itu adalah ganjaran terbaik. Itu bukan sekadar testimoni produk, melainkan pengakuan atas ikatan hati yang telah kami tanamkan.

Perjalanan di Grobogan itu hanya sebentar. Namun, persahabatan yang terjalin dengan para IM3 Ambasador itu terasa abadi. Kami tidak lagi hanya kolega, kami adalah keluarga yang dipertemukan oleh sebuah misi.

Kini, bertahun-tahun telah berlalu. Para duta impian itu pasti sudah terpisah jauh. Mereka sudah tumbuh dewasa, menempuh karir, bahkan mungkin sudah berkeluarga. Mereka mungkin telah melupakan detail paket data, tetapi saya yakin, mereka tidak akan pernah melupakan kebersamaan, tawa, dan api semangat yang menyala di Tawangmangu dan di angkringan Purwodadi.

Kisah di Grobogan adalah pengingat abadi: Jendela Kecil di Tengah Badai bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang Cinta dan Semangat yang ditularkan dari seorang mentor kepada mentee-nya. Saya berharap, suatu saat, takdir akan mempertemukan kami kembali, untuk merayakan persahabatan yang tak lekang dimakan waktu.[]

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *